Memilih Pemimpin di Tapanuli Tengah II (tulisan Lama)



Memilih Pemimpin di Tapanuli Tengah II
Penulis : Ananda Prasetya Anugerah Pohan S,IP
Pendiri Indoensia Politik Analisi Institut & Pengkaji Politik UGM. 
Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) merupakan kontestasi dan salah satu bagian dari sistem demokrasi prosedural dalam menentukan pemimpin lokal. Pemilukada serentak 2017 merupakan rangkaian kedua setelah beberapa waktu yang lalu kita telah melakukan tahapan pertama di tahun 2015. Mekanisme serentak ini memilki tujuan efisiensi dan diharapkan dapat memangkas anggaran yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemilu. Pertanyaannya adalah apakah kemudian asumsi tersebut benar adanya? Satu kesimpulan yang dapat dipahami bahwa dalam sisi efisiensi tentunya skema ini memberikan kontribusi dan dapat menekan angka tindakan kekerasan yang lazim terjadi pada pemilukada. Dan sisi lain dapat meningakatkan animo pemilih untuk secara langsung berpartisipasi meskipun dibeberapa daerah tidak berpengaruh secara signifikan.
            Suhu politik didaerah-daerah yang akan menghadapi pemilukada serentak pada tahun 2017 sudah mulai memanas. Hal ini membuktikan bahwa demokrasi ditingkat lokal telah menunjukkan bentuk partisipasi politik telah mengalami perkembangan. Akan tetapi dibanyak daerah bentuk partisipasi politik sangat mengalami unsur subjektif dan bersifat tendensius. Hal ini dkhawatirkan akan mengundang konflik diantara individu maupun kelompok masing-masing pendukung kandidat kepala daerah. Sifat tendesius dan konfrontasi politik yang ditampilkan dipublik tentu akan merubah konsep partisipasi politik menjadi kebencian satu sama lain terhadap masing-masing pendukung maupun antar kandidat. Tentu esensi demokrasi khususnya dalam pemilukada tidak seperti itu. Melainkan pemilukada secara langsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan diskusi-diskusi untuk mendapatkan satu pilihan atau konsensus dalam memilih pemimpin di tingkat lokal.
            Proses dan tahapan pemilukada sejauh ini berjalan dengan baik. Beberapa nama pasangan kandidat baik dengan  mekanisme partai dan jalur perorangan telah masuk dan di verifikasi oleh KPU. Nama-nama kandidat kepala daerah tersebut tentu telah melalui proses panjang dengan mekanisme masing-masing regulasi yang terkait didalamnya. Harapan kedepan adalah pemimpin tingkat lokal agar mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan kebijakan serta rencana kerja dalam mendongkrak pembangunan di tingkat lokal. Salah satu daerah yang mengikuti pemilukada serentak 2017 adalah kabupaten tapanuli tengah. Tapanuli tengah saat ini mengalami ketertinggalan jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di indonesia. Sebenarnya potensi yang dimiliki tapanuli tengah sangat besar, mulai dari pariwisata, agraria, maritim dll. Tentunya dalam mengelola kesemuanya ini tidak mudah, dibutuhkan kerja sama seluruh pejabat dan masyarakat agar bersinergi dan bekerja sama dalam memajukan diberbagai sektor tersebut. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah pemimpin kedepan sosok yang mampu menjadi leader serta memiliki visi misi dan program yang jelas dan menjadikan poin-poin tersebut langkah utama dalam menunjang kualitas kehidupan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barus Kota Bertuah